Selasa, 06 November 2012

WINTER IN TOKYO


Reviewed by                            : Teresia Simanjuntak
Title                                          : Winter in Tokyo
Author                                      : Ilana Tan
Genre                                       : Fiksi
Publisher                                  : PT.Gramedia Pustaka Utama
Year published                         : 2008
Edition                                     : 3
Price                                        : Rp48.000,-                            

                   Pertemanan Keiko dan Kazuto berawal dari pindahnya Kazuto ke Jepang dengan gaya hidup yang sederhana.Awalnya Keiko merasa asing denan Kazuto,tetapi mulai akrab sebagai  tetaetangga yang baik di apartemen sederhana di Tokyo.Keiko merupakan orang yang pobia terhadap kegelapan,tetapi Kazuto justru mengubah ketakutan itu seperti dengan melukis bintang di langit-langit kamar Keiko.Kazuto mulai menyadari bahwa ia tertarik pada Keiko setelah ia merasakan sakit hati ketika Keiko selalu menceritakan cinta pertamanya yang bernama Akira.Akira merupakan teman Kazuto yang menurut Keiko adalah orang yang pernah membantunya mencari kalung yang sangat berharga bagi Keiko.Tetapi mskipun Kazuto cemburu,ia selalu menunjkkan sikap romantisnya yang ssebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh para pembaca Kazuto mulai memuncak ketika ia tahu bahwa Akira juga menyukai Keiko dan akan berkencan pada 24 December,malam natal yang penuh salju.Hal itu membuat ia trauma atas cinta pertama Kazuto ”Yuri” yang akan menikah denan sahabatnya sendiri.Untuk menghindari kesedihan tersebut,ia pergi ke Kobe.Ketika ia pulang,Keiko degan penuh rasa kekhawatiran atas kepergian Kazuto menangis yang membuat Kazuto merasa bersalah.Tetapi raut wajah bersalah Kazuto mulai terdapat senyum di bibirnya,setelah Keiko menceritakan malam kencan itu batal.Meskipun senang tetapi Kazuto berusaha empati.Akhirnya malam natal itu ia lewatkan bersama Kazuto dengan busana musim salju pemberian Kazuto.Pada saat itu Ilana Tan menulis dengan bahasa yang membuat pembaca menikmati imajinasinya sendiri.Kazuto mengungkapkan isi hatinya dengan meminta Keiko dengan melupakan Akira,karena ada sesuatu yang belum diketahui Keiko saat Keiko akan pulang ke Kyoto.Tetapi semuanya berubah saat Kazuto amnesia dan hilang dari Tokyo.Ditambah dengan kehadiran Yuri,akankah Kazuto berpaling dari Keiko?atau akankah Kazuto kehilangan Keiko seperti kehilangan Yuri sebelumya?


Rating: 

Selasa, 16 Oktober 2012

Harry Potter dan Orde Phoenix

Reviewed by           :Hans Daniel Hutasoit
Title                        : Harry Potter dan Orde Phoenix    
Author                    : J.K.Rowling
Genre                     : Fiction
Publisher                : Gramedia
Year Published       : 2004
Edition                    : ke dua
Price                      : Rp140.000,-

Tahun ini adalah tahun kelima Harry bersekolah di Hogwarts, dan ia akan menghadapi ujian OWL di akhir tahun ajaran. Harry pun harus bekerja keras untuk belajar agar mendapat nilai yang bagus. Harry bercita-cita menjadi Auror. Namun, banyak masalah yang harus dihadapinya. Selain ia dikucilkan oleh teman-temannya, ia juga harus menghadapi guru yang sangat menyebalkan selain Snape, yaitu Profesor Umbridge, salah satu menteri sihir yang diutus Fudge mengawasi Dumbledore. Karena Harry sering mengatakan Voldemort telah kembali, ia harus mengalami detensi dengan Umbridge beberapa kali. Karena ketidakpuasan banyak murid akan pengajaran Profesor Umbridge, teruama karena murid di kelasnya tidak diperbolehkan menggunakan tongkat sihir, mereka membentuk kelompok pelajar bernama Lasar Dumbledore dengan Harry sebagai ketuanya. Mereka sering berlatih di Kamar Kebutuhan di lantai tujuh karena pertemuan mereka ilegal.
Ditengah masalahnya, Harry juga harus menahan rasa sakit yang kambuh dari bekas lukanya. Ternyata pikirannya terkadang menyatu dengan pikiran Voldemort,sehingga ia terkadang bisa merasakan apa yang Voldemort lihat, pikirkan, ataupun rasakan. Maka, ia harus berlatih Occlumency bersama dengan Profesor Snape untuk membatasi pikirannya. Namun tidak dapat berjalan dengan lancar.
Memanfaatkan hal tersebut, Veldemort menjebak Harry untuk bertempur dengannya dan ia harus menyaksikan kematan orang yang ia cintai.

Buku ini sangat menarik dan penuh dengan petualangan. Dibungkus dengan keajaiban-keajaiban sihir, buku ini sesuai dengan pembaca yang ingin mengembangkan imajinasinya akan petualangan di Hogwarts.