
Reviewed by :
Teresia Simanjuntak
Title : Winter in
Tokyo
Author : Ilana Tan
Genre : Fiksi
Publisher : PT.Gramedia Pustaka
Utama
Year published :
2008
Edition : 3
Price :
Rp48.000,-
Pertemanan Keiko dan Kazuto berawal dari pindahnya Kazuto ke
Jepang dengan gaya hidup yang sederhana.Awalnya Keiko merasa asing denan Kazuto,tetapi
mulai akrab sebagai tetaetangga yang
baik di apartemen sederhana di Tokyo.Keiko merupakan orang yang pobia terhadap
kegelapan,tetapi Kazuto justru mengubah ketakutan itu seperti dengan melukis
bintang di langit-langit kamar Keiko.Kazuto mulai menyadari bahwa ia tertarik
pada Keiko setelah ia merasakan sakit hati ketika Keiko selalu menceritakan
cinta pertamanya yang bernama Akira.Akira merupakan teman Kazuto yang menurut
Keiko adalah orang yang pernah membantunya mencari kalung yang sangat berharga
bagi Keiko.Tetapi mskipun Kazuto cemburu,ia selalu menunjkkan sikap romantisnya
yang ssebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh para pembaca Kazuto mulai memuncak
ketika ia tahu bahwa Akira juga menyukai Keiko dan akan berkencan pada 24 December,malam
natal yang penuh salju.Hal itu membuat ia trauma atas cinta pertama Kazuto ”Yuri”
yang akan menikah denan sahabatnya sendiri.Untuk menghindari kesedihan
tersebut,ia pergi ke Kobe.Ketika ia pulang,Keiko degan penuh rasa kekhawatiran
atas kepergian Kazuto menangis yang membuat Kazuto merasa bersalah.Tetapi raut
wajah bersalah Kazuto mulai terdapat senyum di bibirnya,setelah Keiko
menceritakan malam kencan itu batal.Meskipun senang tetapi Kazuto berusaha
empati.Akhirnya malam natal itu ia lewatkan bersama Kazuto dengan busana musim
salju pemberian Kazuto.Pada saat itu Ilana Tan menulis dengan bahasa yang
membuat pembaca menikmati imajinasinya sendiri.Kazuto mengungkapkan isi hatinya
dengan meminta Keiko dengan melupakan Akira,karena ada sesuatu yang belum
diketahui Keiko saat Keiko akan pulang ke Kyoto.Tetapi semuanya berubah saat
Kazuto amnesia dan hilang dari Tokyo.Ditambah dengan kehadiran Yuri,akankah
Kazuto berpaling dari Keiko?atau akankah Kazuto kehilangan Keiko seperti
kehilangan Yuri sebelumya?