Selasa, 30 April 2013

Imitasi


 


Orang-orang diam
                   khusyuk…
dengan wajah wajah tenang dan damai mereka berdoa.terkadang berdiri kemudian duduk lagi.terdengar suara lonceng  menggema bersama bau kemenyaan yang menyengat.mazmur mazmur dilantunkan dengan indah.seorang gadis duduk dibangku agak dibelakang,berbeda dengan yang lain wajahnya memancarkan kegelisahan.dia juga duduk dengan gelisah,beberapa kali dia terlihat membuka tas coklat kecil miliknya, namun segera menutupnya kembali tanpa alasan yang jelas.
          Gadis itu berdiri ditepi jalan raya,melihat kekiri kanan sebelum menyeberang jalan. Diseberang dia berhenti didekat pohon besar yang rindang, matahari yang terik tampaknya menambah deritanya karena wajahnya tampak cemberut dan gerak geriknya sangat gelisah.dibawah pohon itu dia berdiri cukup lama,sepertinya dia menunggu seseorang tapi entah mengapa sampai beberapa jam kemudian tak ada yang muncul. Lalu dia pergi dari tempat itu, kali ini wajahnya tidak lagi gelisah malah penuh amarah.
          setiap orang tak ingin dikecewakan,tapi itu akan menjadi lebih berat bagi seorang gadis manja yang biasa mendapat semua yang diinginkannya.sungguh beruntung terlahir dikeluarga kaya dengan orang tua yang penuh kasih.ditambah lagi dianugrahi paras  yang cantik dengan kecerdasan yang tinggi,tentunya orang luar akan iri melihat hidupnya,semoga gadis itu menyadari keberuntungan itu.
          Seperti yang seharusnya terjadi dalam hidupnya, ia akan menghabiskan waktunya dengan satu-satunya orang yang dicintainya, tapi orang itu tidak dating dan tidak akan pernah dating karena tidak seperti yang seharusnya terjadi dalam hidupnya, lelaki itu memilih orang lain. Hanya seorang gadis biasa yang tidak ada apa-apanya dibanding dengan dia.memang klasik ,cinta itu tak memandang penampilan atau harta kenyataanya itu adalah pukulan yang berat bagi gadis itu. Dia memandang wajahnya di cermin,untuk pertama kali dalam hidupnya dia membenci penampilannya.dia tetap cantik dan mempesona  namun seperti ada kabut kepalsuan yang menyelimuti dirinya,atau kepalsuan itu adalh dirinya sendiri?
          ………………………………………………………………………..
          Sirene polisi  terdengar nyaring, bangunan besar itu diliputi kepedihan. Isak tangis sang ibu mengantarkan kepergian mayat putri tercintanya.sebuah kematian yang tidak perlu. Kematian yang bodoh oleh seorang gadis yang dimabuk cinta yang biasanya memiliki segalanya.hingga tiba saat dia tak bias memiliki apa yang diinginkannya maka dia memilih memutuskan nadinya.mungkin dia mati membawa penyesalannya keliang kubur,seandainya saja dia tak memilih operasi plastic setahun lalu,maka lelaki yang dicintainya tentu akan memilihnya,lelaki  dengan pikiran lurus yang benci tubuh imitasi.

By Ellis Panggabean 
XXII

Tidak ada komentar:

Posting Komentar