
Orang-orang diam
khusyuk…
dengan wajah wajah tenang dan damai mereka berdoa.terkadang berdiri kemudian duduk lagi.terdengar suara lonceng menggema bersama bau kemenyaan yang menyengat.mazmur mazmur dilantunkan dengan indah.seorang gadis duduk dibangku agak dibelakang,berbeda dengan yang lain wajahnya memancarkan kegelisahan.dia juga duduk dengan gelisah,beberapa kali dia terlihat membuka tas coklat kecil miliknya, namun segera menutupnya kembali tanpa alasan yang jelas.
Gadis itu berdiri ditepi jalan raya,melihat
kekiri kanan sebelum menyeberang jalan. Diseberang dia berhenti didekat pohon
besar yang rindang, matahari yang terik tampaknya menambah deritanya karena
wajahnya tampak cemberut dan gerak geriknya sangat gelisah.dibawah pohon itu
dia berdiri cukup lama,sepertinya dia menunggu seseorang tapi entah mengapa
sampai beberapa jam kemudian tak ada yang muncul. Lalu dia pergi dari tempat
itu, kali ini wajahnya tidak lagi gelisah malah penuh amarah.
setiap orang tak ingin dikecewakan,tapi itu akan menjadi lebih berat bagi seorang gadis manja yang biasa mendapat semua yang diinginkannya.sungguh beruntung terlahir dikeluarga kaya dengan orang tua yang penuh kasih.ditambah lagi dianugrahi paras yang cantik dengan kecerdasan yang tinggi,tentunya orang luar akan iri melihat hidupnya,semoga gadis itu menyadari keberuntungan itu.
setiap orang tak ingin dikecewakan,tapi itu akan menjadi lebih berat bagi seorang gadis manja yang biasa mendapat semua yang diinginkannya.sungguh beruntung terlahir dikeluarga kaya dengan orang tua yang penuh kasih.ditambah lagi dianugrahi paras yang cantik dengan kecerdasan yang tinggi,tentunya orang luar akan iri melihat hidupnya,semoga gadis itu menyadari keberuntungan itu.
Seperti yang seharusnya terjadi dalam
hidupnya, ia akan menghabiskan waktunya dengan satu-satunya orang yang
dicintainya, tapi orang itu tidak dating dan tidak akan pernah dating karena
tidak seperti yang seharusnya terjadi dalam hidupnya, lelaki itu memilih orang
lain. Hanya seorang gadis biasa yang tidak ada apa-apanya dibanding dengan dia.memang
klasik ,cinta itu tak memandang penampilan atau harta kenyataanya itu adalah
pukulan yang berat bagi gadis itu. Dia memandang wajahnya di cermin,untuk
pertama kali dalam hidupnya dia membenci penampilannya.dia tetap cantik dan
mempesona namun seperti ada kabut kepalsuan
yang menyelimuti dirinya,atau kepalsuan itu adalh dirinya sendiri?
………………………………………………………………………..
Sirene polisi terdengar nyaring, bangunan besar itu
diliputi kepedihan. Isak tangis sang ibu mengantarkan kepergian mayat putri
tercintanya.sebuah kematian yang tidak perlu. Kematian yang bodoh oleh seorang
gadis yang dimabuk cinta yang biasanya memiliki segalanya.hingga tiba saat dia
tak bias memiliki apa yang diinginkannya maka dia memilih memutuskan
nadinya.mungkin dia mati membawa penyesalannya keliang kubur,seandainya saja
dia tak memilih operasi plastic setahun lalu,maka lelaki yang dicintainya tentu
akan memilihnya,lelaki dengan pikiran
lurus yang benci tubuh imitasi.
By Ellis Panggabean
XXII
Tidak ada komentar:
Posting Komentar