Selasa, 30 April 2013

Opini- Seluk Beluk Yahudi


JANGAN SELALU MEN-JUDGE YAHUDI.



                Semua itu kembali ke akar Yahudi. Banyak orang selalu menyalahkan bahwa Yahudi itulah yang menyalibkan Yesus, yang nama-Nya dalam bahasa Ibrani “Yahsua Hamasiakh”. Meski banyak orang yang mengatakan “Yeshua”. Itu memang nama-Nya, tetapi ada juga yang mengatakan “Yahsua”, agar sama dengan nama Bapa YHWH. Sebenarnya yang menyalibkan Yesus itu adalah gambaran dari pemerintah dan pemuka-pemuka agama. Dalam film “Passion of the Christ”, disitu Pilatus mencuci tangan dan mengaku bahwa dia sama sekali tidak memiliki dosa dalam penyaliban itu. Dia itu seperti TIDAK MAU DISALAHKAN, sedangkan dia tahu mana yang pantas disalibkan, karena takut akan jabatannya. Ya, sama saja artinya dia menyetujui.
                Orang zaman sekarang telah dibutakan oleh pemerintahan Roma yang jelas-jelas merekalah yang menahan- nahan pengikut Yahsua untuk beribadah. Tapi, mengapa malah Roma mengakui bahwa dari merekalah ajaran itu? Itulah, mereka MENCUCI TANGANNYA. Mereka tidak mau dianggap salah oleh orang-orang. Itu sebabnya mereka “ikut-ikutan” menjadi percaya kepada Yahsua. Dengan tradisi mereka sendiri, mereka mencampuradukkan peraturan- peraturan Tuhan.
                Seperti halnya dengan Natal yang diperingati manusia setiap 25 Desember. Adakah kita diperintahkan Tuhan untuk merayakan Natal? Tidak ada, kan. Sedangkan kita tidak pernah melakukan hari- hari Raya yang telah diperintahkan Tuhan kepada kita, seperti Hari Raya Paskah, Hari Raya Roti tidak beragi, Hari Raya Peniupan Sangkakala, Hari Raya Buah Sulung, Hari Raya Pentakosta atau Hari Raya Tujuh Minggu, Hari Raya Pondok Daun, dan Hari Raya Hanukkah. Kenapa ditambah- tambahkan? Kenapa juga dikurang-kurangi? Yang diperintahkan, tidak dilakukan. Yang tidak diperintahkan kita lakkan. Mari kita membuka mata kita.
                Seperti halnya 25 Desember. Mungkin banyak orang berkata, “Itu hanya memperingati saja, kita tidak tahu pasti.” Memang benar, manusia tidak tahu pasti, kapan Mesias lahir ke dunia ini. 25 Desember itu adalah hari peringatan untuk dewa matahari bersinar paling terang. Maka Roma memerintahkan dan menetapkan hari itulah diperingatinya hari kelahiran Yahsua. Apa Mesias kita bisa disamakan dengan dewa matahari? Bukalah mata Anda dan pandanglah kebenaran.
                Jika kita perhatikan, mereka sangat teratur hidupnya. Dan standar kehidupan mereka itu tinggi. Misalnya dilarang berzinah. Maka yang berzinah itu akan dirajam batu sampai mati. (Bdk. Imamat 20: 10).  Jika dibandingkan dengan bangsa kafir, yang digambarkan digambarkan di Alkitab, berzinah pada orang orang kafir itu hal biasa. Makanan mereka pun sangat dijaga. Kenapa kita dilarang Tuhan kita memakan daging babi? (bdk. Imamat 11: 1- 47) Pasti ada tujuannya. Itu untuk kesehatan kita. Di dalam babi itu sangat banyak jenis penyakit. Dan sewaktu Yahsua mengusir roh jahat, roh setan itu kan dipindahkan ke dalam tubuh babi tersebut. Babinya memang jatuh ke dalam jurang, tetapi roh  nya tetap ada.
                “Hukum Taurat tidak menyelamatkan.” Memang benar. Yahsua lah yang menyelamatkan. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datan kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Kata Yahsua. (bdk  Yohanes 14: 6). Dan jika kita telah hidup di dalam Tuhan, pasti kita itu melakukan Taurat Tuhan itu. Taurat itu baik. Kita sudah meninggalkan dosa, tidak mencuri, tidak berzinah, dan banyak lagi.
                Yahudi. Mereka susah digoyahkan oleh angin- angin pengajaran yang semakin banyak menyesatkan. Mereka tetap teguh dengan apa yang mereka sembah. Yang disembah nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, Yakub. Karena mereka percaya dengan apa yang tidak merka lihat. Mereka percayakepada Tuhan nenek moyang mereka, yang disembah turun- remurun. Karena telah nyata kuasa Tuhan kepada bangsa Israel. 

by Indah Simanungkalit
XXI Gen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar