JANGAN SELALU MEN-JUDGE YAHUDI.
Semua
itu kembali ke akar Yahudi. Banyak orang selalu menyalahkan bahwa Yahudi itulah
yang menyalibkan Yesus, yang nama-Nya dalam bahasa Ibrani “Yahsua Hamasiakh”.
Meski banyak orang yang mengatakan “Yeshua”. Itu memang nama-Nya, tetapi ada
juga yang mengatakan “Yahsua”, agar sama dengan nama Bapa YHWH. Sebenarnya yang
menyalibkan Yesus itu adalah gambaran dari pemerintah dan pemuka-pemuka agama.
Dalam film “Passion of the Christ”, disitu Pilatus mencuci tangan dan mengaku
bahwa dia sama sekali tidak memiliki dosa dalam penyaliban itu. Dia itu seperti
TIDAK MAU DISALAHKAN, sedangkan dia tahu mana yang pantas disalibkan, karena
takut akan jabatannya. Ya, sama saja artinya dia menyetujui.
Orang
zaman sekarang telah dibutakan oleh pemerintahan Roma yang jelas-jelas
merekalah yang menahan- nahan pengikut Yahsua untuk beribadah. Tapi, mengapa
malah Roma mengakui bahwa dari merekalah ajaran itu? Itulah, mereka MENCUCI
TANGANNYA. Mereka tidak mau dianggap salah oleh orang-orang. Itu sebabnya
mereka “ikut-ikutan” menjadi percaya kepada Yahsua. Dengan tradisi mereka
sendiri, mereka mencampuradukkan peraturan- peraturan Tuhan.
Seperti
halnya dengan Natal yang diperingati manusia setiap 25 Desember. Adakah kita
diperintahkan Tuhan untuk merayakan Natal? Tidak ada, kan. Sedangkan kita tidak
pernah melakukan hari- hari Raya yang telah diperintahkan Tuhan kepada kita, seperti
Hari Raya Paskah, Hari Raya Roti tidak beragi, Hari Raya Peniupan Sangkakala,
Hari Raya Buah Sulung, Hari Raya Pentakosta atau Hari Raya Tujuh Minggu, Hari
Raya Pondok Daun, dan Hari Raya Hanukkah. Kenapa ditambah- tambahkan? Kenapa
juga dikurang-kurangi? Yang diperintahkan, tidak dilakukan. Yang tidak
diperintahkan kita lakkan. Mari kita membuka mata kita.
Seperti
halnya 25 Desember. Mungkin banyak orang berkata, “Itu hanya memperingati saja,
kita tidak tahu pasti.” Memang benar, manusia tidak tahu pasti, kapan Mesias
lahir ke dunia ini. 25 Desember itu adalah hari peringatan untuk dewa matahari
bersinar paling terang. Maka Roma memerintahkan dan menetapkan hari itulah diperingatinya
hari kelahiran Yahsua. Apa Mesias kita bisa disamakan dengan dewa matahari? Bukalah
mata Anda dan pandanglah kebenaran.
Jika kita
perhatikan, mereka sangat teratur hidupnya. Dan standar kehidupan mereka itu
tinggi. Misalnya dilarang berzinah. Maka yang berzinah itu akan dirajam batu
sampai mati. (Bdk. Imamat 20: 10). Jika
dibandingkan dengan bangsa kafir, yang digambarkan digambarkan di Alkitab,
berzinah pada orang orang kafir itu hal biasa. Makanan mereka pun sangat
dijaga. Kenapa kita dilarang Tuhan kita memakan daging babi? (bdk. Imamat 11: 1-
47) Pasti ada tujuannya. Itu untuk kesehatan kita. Di dalam babi itu sangat banyak
jenis penyakit. Dan sewaktu Yahsua mengusir roh jahat, roh setan itu kan
dipindahkan ke dalam tubuh babi tersebut. Babinya memang jatuh ke dalam jurang,
tetapi roh nya tetap ada.
“Hukum
Taurat tidak menyelamatkan.” Memang benar. Yahsua lah yang menyelamatkan. “Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datan kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.” Kata Yahsua. (bdk
Yohanes 14: 6). Dan jika kita telah hidup di dalam Tuhan, pasti kita itu
melakukan Taurat Tuhan itu. Taurat itu baik. Kita sudah meninggalkan dosa,
tidak mencuri, tidak berzinah, dan banyak lagi.
Yahudi.
Mereka susah digoyahkan oleh angin- angin pengajaran yang semakin banyak
menyesatkan. Mereka tetap teguh dengan apa yang mereka sembah. Yang disembah nenek
moyang mereka, Abraham, Ishak, Yakub. Karena mereka percaya dengan apa yang
tidak merka lihat. Mereka percayakepada Tuhan nenek moyang mereka, yang
disembah turun- remurun. Karena telah nyata kuasa Tuhan kepada bangsa Israel.
by Indah Simanungkalit
XXI Gen
XXI Gen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar